Sekolah Rakyat Ditopang Guru Berkualitas dan Sistem Seleksi Transparan Pastikan Pendidikan Bermutu
Sekolah Rakyat Ditopang Guru Berkualitas dan Sistem Seleksi Transparan Pastikan Pendidikan Bermutu
JAKARTA — Pemerintah memastikan Program Sekolah Rakyat berjalan dengan standar kualitas tinggi melalui dukungan guru-guru berkualitas serta sistem seleksi siswa yang transparan dan berbasis data. Langkah ini dilakukan untuk menjamin pendidikan yang tepat sasaran bagi masyarakat paling membutuhkan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa proses seleksi siswa dilakukan secara ketat tanpa intervensi pihak mana pun. Menurutnya, seleksi berbasis pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran. Penjangkauan dilakukan berbasis DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional),” ujar Saifullah Yusuf.
Ia menekankan bahwa integritas proses seleksi harus dijaga agar program benar-benar menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
“Tidak boleh ada titipan atau intervensi. Semua pihak harus menjaga integritas proses seleksi,” katanya.
Lebih lanjut, Saifullah menegaskan prioritas utama program ini adalah masyarakat pada lapisan terbawah.
“Yang paling membutuhkan harus diprioritaskan dalam seleksi. Ini prinsip utama program,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk mewaspadai potensi manipulasi data serta menjaga lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.
“Waspadai manipulasi data dan intervensi pihak luar. Semua harus menjaga proses ini,” ucapnya.
“Pelaku kekerasan akan ditindak tegas, bisa langsung diberhentikan tanpa peringatan. Pendidikan harus damai dan inklusif, tidak boleh ada intoleransi di sekolah,” tambahnya.
Di sisi lain, kualitas pembelajaran di Sekolah Rakyat juga diperkuat melalui dukungan tenaga pendidik yang kompeten. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq memastikan pemerintah menyiapkan guru berkualitas sebagai fondasi utama pendidikan.
“Sekolah Rakyat hadir ditopang oleh guru-guru yang berkualitas agar anak-anak mendapat pembelajaran terbaik,” kata Fajar.
Ia menegaskan pemerintah akan terus memperkuat pembinaan guru secara berkelanjutan melalui unit pelaksana teknis di daerah.
“Di bawah kepemimpinan Menteri Abdul Mu’ti, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mendukung penuh Sekolah Rakyat, salah satunya dengan menyiapkan guru-guru berkualitas dan memperkuat pembinaan secara berkelanjutan melalui UPT di daerah, seperti Balai Guru dan Tenaga Kependidikan, agar kualitas pembelajaran benar-benar terjaga dan terus meningkat,” jelasnya.
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Mohammad Nuh, menambahkan bahwa program ini secara khusus menyasar masyarakat desil satu dan dua.
“Jika ditemukan layak, usulan bisa diajukan melalui tim. Ini melengkapi data yang ada,” pungkas Nuh.
Dengan sistem seleksi yang transparan dan dukungan tenaga pendidik berkualitas, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi instrumen efektif dalam memutus rantai kemiskinan sekaligus membuka akses pendidikan bermutu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia.
