Perluas Akses CKG, Pemerintah Utamakan Fleksibilitas
Perluas Akses CKG, Pemerintah Utamakan Fleksibilitas
Jakarta- Pemerintah terus mendorong perluasan akses Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan mengutamakan fleksibilitas layanan bagi masyarakat. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pemeriksaan kesehatan tanpa terkendala waktu pelaksanaan yang sebelumnya dikaitkan dengan momentum ulang tahun.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari mengatakan, pelaksanaan CKG ke depan akan dibuat lebih terbuka sehingga masyarakat dapat mengakses layanan kapan saja sesuai kebutuhan. Kebijakan itu dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis pencegahan.
“Persoalan skrining CKG. Pertama yang kami ketahui skrining itu tidak lagi sekarang terikat kepada hari ulang tahun. Jadi ini kapan bisa,” kata Qodari.
Menurutnya, fleksibilitas tersebut penting agar proses penanganan kesehatan masyarakat dapat dilakukan lebih cepat dan tidak tertunda terlalu lama. Di samping itu, masyarakat diharapkan dapat lebih cepat melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus memperoleh tindak lanjut medis apabila ditemukan indikasi penyakit tertentu.
“Yang kedua hasil skrining langsung ditindaklanjuti. Jadi tidak harus menunggu tahun depan atau giliran tahun depan. Terlalu lama nanti kalau tahun depan kalau ada masalah-masalah,” jelasnyanya.
Qodari menilai, perubahan pendekatan tersebut akan membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program CKG. Pemerintah juga berharap layanan pemeriksaan kesehatan tidak lagi dipandang sebagai kegiatan insidental, melainkan kebutuhan rutin yang mudah diakses seluruh masyarakat.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Andi Saguni mengatakan pemerintah saat ini tengah memperluas strategi pelaksanaan program agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Jadi kita harus mencapai target yang memang sudah kita setting. Seperti contoh 132 juta tahun ini. Kita tidak hanya terpaku dengan ulang tahunnya saja, tetapi penjangkauan kepada target tersebut,” ujar Andi.
Ia menjelaskan, pendekatan fleksibel diperlukan agar layanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, termasuk mereka yang selama ini belum rutin melakukan pemeriksaan kesehatan berkala.
Menurut Andi, perluasan akses CKG juga menjadi langkah penting untuk memperkuat deteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah berharap, fleksibilitas layanan CKG dapat mendorong masyarakat lebih aktif menjaga kesehatan melalui pemeriksaan rutin. Selain membantu mendeteksi penyakit lebih awal, langkah tersebut juga dinilai penting untuk memperkuat sistem kesehatan nasional berbasis promotif dan preventif di masa mendatang.

