Program MBG Tetap Berjalan, Moratorium SPPG Baru Fokus pada Pembenahan
Program MBG Tetap Berjalan, Moratorium SPPG Baru Fokus pada Pembenahan Jakarta - Program Makan Bergizi…
Perdagangan Karbon dan Jalan Baru Ekonomi Hijau Indonesia
Perdagangan Karbon dan Jalan Baru Ekonomi Hijau Indonesia Oleh: Bayu Nugraha Perubahan iklim kini menjadi…
Perdagangan Karbon sebagai Instrumen Daya Saing Industri Nasional
Perdagangan Karbon sebagai Instrumen Daya Saing Industri Nasional Oleh: Bara Winatha Perdagangan karbon menjadi salah…
Pemerintah Dorong Sektor Kehutanan Jadi Motor Perdagangan Karbon Nasional
Pemerintah Dorong Sektor Kehutanan Jadi Motor Perdagangan Karbon Nasional Jakarta – Pemerintah memperkuat perdagangan karbon…
Perdagangan Karbon Diperkuat sebagai Pilar Ekonomi Hijau Indonesia
Perdagangan Karbon Diperkuat sebagai Pilar Ekonomi Hijau Indonesia Jakarta – Pemerintah terus memperkuat implementasi perdagangan…
Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden
Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden Oleh: Fajar Dwi Santoso Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing. Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi. Presiden juga menilai berbagai kritik terhadap MBG perlu dilihat secara proporsional. Alih-alih hanya memperdebatkan besaran anggaran, perhatian publik seharusnya diarahkan pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Dalam pandangannya, indikator keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka makroekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga pangan, memastikan pupuk tersedia bagi petani dengan harga terjangkau, serta menjamin anak-anak memperoleh makanan bergizi di sekolah. Penegasan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan pembangunan manusia merupakan dua agenda yang berjalan beriringan.…
Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia
Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia Oleh: Shafiq Tauqy Optimisme Indonesia menjadi…
Percepatan Infrastruktur dan Ekonomi Desa Jadi Fokus Taklimat Presiden
Percepatan Infrastruktur dan Ekonomi Desa Jadi Fokus Taklimat Presiden Jakarta - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk…
Taklimat Presiden Soroti Penguatan Infrastruktur, Pangan, dan Efisiensi BUMN
Taklimat Presiden Soroti Penguatan Infrastruktur, Pangan, dan Efisiensi BUMN Presiden Prabowo Subianto menyoroti percepatan pembangunan…
Sekolah Rakyat dan Misi Menemukan Bakat Terpendam Anak Indonesia
Sekolah Rakyat dan Misi Menemukan Bakat Terpendam Anak Indonesia Oleh : Ricky Rinaldi Pendidikan memiliki…