Kondusivitas Nasional Jadi Fokus Jelang Harkitnas dan Peringatan Reformasi

Kondusivitas Nasional Jadi Fokus Jelang Harkitnas dan Peringatan Reformasi

Jawa Barat- Menjelang peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan momentum Reformasi, upaya menjaga kondusivitas nasional menjadi perhatian bersama berbagai elemen bangsa. Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat dinilai penting untuk memastikan seluruh rangkaian aktivitas sosial, pemerintahan, hingga pembangunan dapat berjalan dengan baik. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat dan generasi muda menjadi fondasi utama dalam menjaga suasana damai di tengah dinamika kehidupan berbangsa.

 

Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban tersebut tercermin dari semakin solidnya sinergitas TNI dan Polri di berbagai daerah, termasuk di Jawa Barat. Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, menyatakan sinergitas TNI dan Polri selama ini telah terbukti berjalan baik dalam berbagai tugas pengamanan di lapangan.

 

“Kami selalu bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Jawa Barat. Mohon dukungan dari seluruh masyarakat,” katanya.

 

Ajakan menjaga kondusivitas juga disampaikan kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh provokasi maupun informasi yang belum jelas kebenarannya. Rudi menilai suasana aman dan damai harus terus dipertahankan sebagai modal utama pembangunan daerah dan nasional. Karena itu, kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat perlu terus diperkuat menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang.

 

“Di Jawa Barat tidak ada kegiatan khusus, mari kita jaga kondusifitas. Jawa Barat yang sudah dibangun bersama pemerintah daerah harus kita jaga. Kami sepakat untuk terus kompak menjaga keamanan Jabar,” ujarnya.

 

Selain aparat keamanan, kalangan pemuda juga dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan stabilitas sosial. Ketua KNPI Kabupaten Tapin, Fahrin Rijali, mengatakan generasi muda harus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan dan menciptakan suasana damai.

 

“KNPI Tapin siap mendukung sosialisasi program pemerintah, mengawal pelaksanaannya, serta mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam pembangunan daerah,” ujar Fahrin.

 

Ia menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks, mulai dari penyebaran hoaks, penyalahgunaan narkoba, hingga potensi konflik sosial yang dapat mengganggu stabilitas daerah. Oleh sebab itu, edukasi kebangsaan dan penguatan kesadaran sosial terus dilakukan agar pemuda mampu menjadi agen perubahan yang positif.

 

“Pemuda jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Kita harus menjadi generasi yang kritis, bijak, dan mampu menjaga persatuan,” katanya.