Dua Tahun Prabowo-Gibran, Hilirisasi Jadi Mesin Baru Investasi Nasional
Halmahera Tengah, – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus memperkuat hilirisasi sebagai strategi untuk meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan nilai tambah bagi sumber daya alam Indonesia. Langkah tersebut ditandai dengan ekspor perdana baterai kendaraan listrik serta peluncuran 11 proyek industri di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, dengan total nilai investasi mencapai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ekspor baterai kendaraan listrik menjadi salah satu bukti perkembangan kebijakan hilirisasi industri nasional. Menurutnya, pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi di dalam negeri merupakan langkah penting untuk memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
“Ekspor perdana baterai kendaraan listrik ini menjadi pencapaian penting sekaligus membuktikan bahwa strategi hilirisasi yang kita terapkan berada di jalur yang tepat dan akan terus dilanjutkan,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam program tersebut, empat proyek industri memasuki tahap komersial, yakni Blue Sparking Energy, REPT Battero Indonesia, Pioneer Aluminium Industries, dan XCMG Indonesia Manufacturing. Sementara itu, tujuh proyek lainnya mulai dibangun, mencakup Guangqing Nickel Cobalt, Eno Prima Material, Tinci Materials Indonesia, Weda Bay Aluminium, Bintang Karya Aluminium, Flat Solar Energy Indonesia, serta Guangqing Motor Indonesia.
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, melaporkan bahwa investasi Indonesia pada semester pertama 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun. Nilai tersebut meningkat 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.
“Realisasi investasi nasional mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen, sekaligus membuka kesempatan kerja bagi lebih dari 1,4 juta orang,” ungkap Rosan.
Ia menjelaskan bahwa kontribusi investasi hilirisasi meningkat dari sekitar 25 persen menjadi 30 persen dari total investasi nasional. Selain itu, lebih dari 75 persen investasi terealisasi di luar Pulau Jawa, menunjukkan meluasnya aktivitas ekonomi ke berbagai wilayah Indonesia.
Melalui hilirisasi, pemerintah berupaya memperkuat industri nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, pemerataan manfaat investasi, penciptaan pekerjaan berkualitas, serta perlindungan lingkungan tetap perlu diperhatikan agar pembangunan industri memberikan dampak berkelanjutan bagi Indonesia. (*)