Demonstrasi Mahasiswa Harus Konstruktif, Jangan Mudah Terprovokasi

Demonstrasi Mahasiswa Harus Konstruktif, Jangan Mudah Terprovokasi

*Medan* – Dalam kuliah umum di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi yang perlu terus dijaga dengan mengedepankan sikap konstruktif, dialog, dan semangat persatuan. Melalui penyampaian pendapat yang didasarkan pada data dan fakta, mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus memperkuat budaya demokrasi yang dewasa.

 

Saat menyampaikan materi bertajuk Inovasi dan Kolaborasi Generasi Muda Menuju Swasembada Pangan, Amran menunjukkan pentingnya membangun komunikasi terbuka dengan mahasiswa.

 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan mahasiswa untuk terus mengedepankan komunikasi, kolaborasi, dan semangat kebangsaan dalam menyampaikan aspirasi. Menurutnya, generasi muda merupakan harapan bangsa yang akan melanjutkan estafet pembangunan nasional sehingga ruang dialog harus dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman bersama.

 

 

 

 

“Anak-anakku, kita harus komunikasi. Kenapa? Kalian yang akan melanjutkan perjuangan Republik Indonesia. Kalian adalah harapan bangsa. Nanti yang melanjutkan kalian nanti,” kata Amran.

 

 

 

 

Ia juga memotivasi mahasiswa agar memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.

 

 

 

 

“Kalau mau berhasil, ini pesan saya, Anda siap dikritik. Anda siap dihina. Anda siap difitnah. Orang sukses itu adalah yang mendapatkan tekanan yang tinggi,” ujarnya.

 

 

 

 

Lebih lanjut, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kritik dan aspirasi mahasiswa merupakan bagian dari demokrasi yang perlu dihargai selama disampaikan secara konstruktif.

 

 

 

 

“Mari kita buka-bukaan. Supaya membantu, anak-anak kita tadi yang berteriak pasti yang berteriak tadi ingin Republik ini lebih baik. Jadi jangan dipandang bahwa itu salah. Generasi muda tatap matanya diberi pemahaman, seperti ini lagi diinginkan pemerintah sekarang,” ujarnya.

 

 

 

 

ia menilai dialog yang dibangun mampu menghadirkan pemahaman bersama melalui penyampaian data dan fakta.

 

 

 

 

“Kami bangga itu luar biasa. Kritikannya konstruktif, begitu kami jelaskan, (mereka bilang) ‘oh iya Pak benar’. Kami jelaskan pakai data, bukan narasi yang kosong. Tapi tunjukkan fakta. Dan mereka langsung paham. Ada dua tiga orang yang menangis, sampai menangis saya terharu. Ternyata cuma ingin tahu apa sebenarnya capaian pemerintah,” ujarnya.

 

 

 

 

Amran pun mengajak mahasiswa untuk terus menjaga semangat persatuan dengan menyampaikan kritik yang membangun dan menghindari narasi yang dapat memecah belah.

 

 

 

 

“Kita butuh kritikan tapi konstruktif. Jangan fitnah. Jangan membuat narasi ingin menjatuhkan atau merusak tatanan negara kita. Kita ini harus berjuang bersama,” katanya.