Akademisi Nilai Program Investasi dan Program Sosial Pragib Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional

Jakarta – Berbagai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai menjadi instrumen penting untuk mengentaskan kemiskinan, memperluas akses pendidikan, dan mendorong pemerataan kesejahteraan. Dalam dua tahun pemerintahan, kebijakan ekonomi dan sosial diarahkan untuk memperkuat daya beli masyarakat, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kemandirian ekonomi nasional.

Analis, sekaligus pengamat politik Indonesia, Ujang Komarudin, menilai program pemerintah harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok ekonomi bawah.

“Saya melihat yang paling penting adalah bagaimana grand design pemerintahan Pak Prabowo–Gibran ini dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Saya melihat apa yang dilakukan Pak Presiden adalah bagian dari skema untuk mengentaskan kemiskinan dan memperbaiki pendidikan Indonesia,” kata Ujang dalam sebuah dialog di Stasiun Televisi Nasional Rabu (21/10).

Ia menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Koperasi Desa Merah Putih saling melengkapi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat ekonomi rakyat. Menurutnya, MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan permintaan bahan pangan.

“MBG bukan hanya sekadar memberi makan, tetapi ekonomi di sekitar dapur, bahkan di desa, juga berputar. Pekerja-pekerja yang tadinya menganggur mendapatkan pekerjaan, emak-emak yang tadinya tidak punya pekerjaan ikut turut membantu,” ujarnya.

Dari sisi ekonomi, Guru Besar Universitas YARSI sekaligus pengamat ekonomi GREAT Institute, Prof. Perdana Wahyu Santosa, menilai stabilitas makroekonomi menjadi modal penting bagi pembangunan nasional. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III mencapai 5,29 persen, sementara investasi telah mencapai Rp1.575 triliun atau sekitar 75 persen dari target 2026.

Perdana menilai investasi, industrialisasi, dan hilirisasi berpotensi memperluas aktivitas ekonomi serta menciptakan lapangan kerja. Ia juga menyoroti dampak MBG terhadap rantai pasok pangan, khususnya di wilayah pedesaan.

“Permintaan telur, ayam, daging, sayuran, dan bahan pangan lainnya akan menciptakan multiplier effect terhadap perekonomian, khususnya di pedesaan,” kata Perdana.

Ia menambahkan, Koperasi Desa Merah Putih berpotensi memperkuat distribusi logistik dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Meski demikian, kedua pengamat menekankan pentingnya tata kelola dan ketepatan sasaran. Ujang mengingatkan bahwa setiap kekurangan harus dievaluasi agar manfaat program semakin optimal.

“Kalau ada kekurangan, kita koreksi, dan kalau yang bagus, lanjutkan,” ujarnya.

Penguatan ekonomi kerakyatan, kesinambungan kebijakan, dan pelaksanaan program yang efektif dinilai menjadi kunci memperluas kesejahteraan masyarakat.