Sinergi Danantara dan PNM Perluas Jangkauan Kredit UMKM, Perkuat Rantai Nilai Nasional

Sinergi Danantara dan PNM Perluas Jangkauan Kredit UMKM, Perkuat Rantai Nilai Nasional

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat strategi pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui sinergi antara Danantara dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Langkah ini menjadi bagian dari agenda besar pemerintah dalam membangun rantai nilai baru UMKM agar lebih terintegrasi dengan industri nasional dan mampu meningkatkan daya saing.

 

 

 

 

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa pemerintah tengah berdiskusi dengan Danantara untuk mengoptimalkan peran PNM sebagai penyalur pembiayaan strategis, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).

 

 

 

 

“Saya sedang berdiskusi sama Danantara untuk mengambil salah satu unitnya, yaitu PNM. Rencana saya akan pakai sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR),” ujar Purbaya usai Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta.

 

 

 

 

Menurutnya, langkah tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas subsidi bunga dan memperkuat pengelolaan pembiayaan UMKM agar lebih tepat sasaran. “Saya seperti sudah punya satu bank kecil dengan modal Rp 160 triliun. Itu sudah besar, sementara uang saya tidak hilang Rp 40 triliun setiap tahun,” katanya, merujuk pada potensi efisiensi anggaran dalam skema penyaluran KUR.

 

 

 

 

Di sisi lain, Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa pembahasan masih berlangsung dan pihaknya terbuka terhadap skema terbaik yang mendukung UMKM. “Pak Menteri kan baru bicara saja ke saya, itu pun sambil berjalan. Kita masih terbuka, kita lihat mana yang terbaik,” ujarnya.

 

 

 

 

Sinergi ini dinilai selaras dengan arah kebijakan ekonomi nasional yang menempatkan UMKM sebagai pilar utama pembangunan. Pemerintah menekankan bahwa program prioritas tidak hanya berfokus pada akses kredit, tetapi juga pada pembangunan rantai nilai baru yang menghubungkan UMKM dengan industri besar, pasar B2B, hingga peluang ekspor.

 

 

 

 

PNM sendiri selama ini dikenal konsisten mendampingi pelaku usaha ultra mikro melalui program Mekaar dan ULaMM. Pendekatan pemberdayaan berbasis kelompok dan pendampingan intensif dinilai efektif menjaga kualitas pembiayaan sekaligus meningkatkan kapasitas usaha.

 

 

 

 

Pemerintah berharap integrasi Danantara dan PNM dapat memperluas jangkauan kredit ke wilayah yang belum terlayani secara optimal, sekaligus memperbaiki struktur pembiayaan agar lebih transparan dan berkelanjutan.

 

 

 

 

Ke depan, apabila kesepakatan final tercapai, PNM diproyeksikan menjadi motor utama penyaluran kredit UMKM dalam kerangka kebijakan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat ekosistem pembiayaan yang mendorong UMKM naik kelas dan terhubung dalam rantai nilai industri nasional.