Presiden, Tokoh Bangsa, dan Tokoh Agama Imbau Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Situasi
Presiden, Tokoh Bangsa, dan Tokoh Agama Imbau Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Situasi
Jakarta — Ketenangan dan persatuan bangsa menjadi pesan utama dari para pemimpin negara dan tokoh masyarakat di tengah dinamika sosial yang berkembang. Imbauan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi, menjaga ketertiban, serta mengutamakan cara damai dalam menyampaikan aspirasi terus digaungkan. Seruan ini menjadi penegasan penting bahwa stabilitas dan rasa aman merupakan fondasi yang harus dijaga bersama.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut.
“Dalam situasi seperti ini, saya mengimbau semua masyarakat untuk tenang, untuk percaya dengan pemerintah yang saya pimpin,” ujar Presiden rabowo.
Presiden juga memastikan aparat yang terbukti bersalah akan dihukum sesuai hukum yang berlaku.
“Petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab seandainya diketemukan mereka berbuat di luar ketentuan yang berlaku akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku,” tegas Presiden Prabowo.
Senada, Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin meminta seluruh lapisan masyarakat tidak tersulut provokasi.
“Saya juga meminta kepada semua lapisan masyarakat untuk tenang, tidak terprovokasi dan tersulut emosi agar musibah ini bisa diselesaikan dengan secepat-cepatnya. Tetap jaga persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Ma’ruf Amin.
Lebih jauh, Ma’ruf menekankan perlunya langkah cepat dari pemerintah untuk meredam situasi yang meluas di berbagai daerah.
“Khususnya dalam mengusut tuntas musibah yang terjadi dan melakukan penegakkan keadilan secara transparan apabila terjadi pelanggaran hukum,” tambah Ma’ruf Amin.
Sementara itu, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan tanpa kekerasan.
Menurutnya, aspirasi tetap bisa disampaikan secara damai. “Dengan cara-cara yang damai, tanpa kekerasan, dan tanpa provokasi,” ujar Miftachul.
Imbauan serupa datang dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK). Ia menegaskan bahwa aksi yang berujung anarkis hanya akan merugikan masyarakat luas.
“Kalau kota bergejolak seperti ini, maka kehidupan ekonomi akan berhenti. Bisa menimbulkan juga pendapatannya berkurang dan tentu berakibat jauh pada kehidupan masing-masing,” kata JK.
Dari berbagai pernyataan tokoh bangsa tersebut, jelas bahwa imbauan utama adalah menjaga ketenangan, menghindari provokasi, dan mengutamakan persatuan nasional. Dengan penyelesaian hukum yang transparan serta kesabaran masyarakat, tragedi ini diharapkan menjadi momentum perbaikan agar tidak terulang di masa depan.