Pemerintah Sambut Antusias Animo Masyarakat Dalam Program Rumah Subsidi

Pemerintah Sambut Antusias Animo Masyarakat Dalam Program Rumah Subsidi

Jakarta, – Program rumah subsidi tahun 2025 mendapat sambutan positif dan antusias tinggi dari masyarakat di berbagai daerah. Pemerintah, melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), memastikan bahwa seluruh proses pembangunan dan penyaluran rumah subsidi berjalan sesuai prinsip keterjangkauan, kualitas, dan keberlanjutan, guna mewujudkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

 

Menteri PKP, Maruarar Sirait, mengatakan rumah subsidi dengan bunga rendah merupakan kebutuhan bagi masyarakat berpenghasilan minim. Untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menargetkan 350 ribu unit rumah subsidi pada tahun 2025 ini.

 

“Rumah subsidi dengan bunga rendah sangat dibutuhkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Tahun 2025 ini, kami menargetkan pembangunan 350 ribu unit rumah subsidi untuk memenuhi kebutuhan hunian tersebut,” ujar Maruarar Sirait.

 

Sebagai bentuk pengawasan mutu, pemerintah menetapkan standar teknis konstruksi yang ketat serta melakukan inspeksi rutin di lapangan. Pembangunan dilakukan sesuai rencana tata ruang wilayah setempat, memastikan ketersediaan fasilitas umum seperti jalan, air bersih, dan sanitasi memadai. Selain itu, proses pembangunan diarahkan untuk menggunakan material ramah lingkungan serta melibatkan tenaga kerja lokal demi menggerakkan perekonomian setempat.

 

Direktur Jenderal PKP, Irwan, menyampaikan bahwa pihaknya bekerja sama dengan pengembang perumahan dan perbankan penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi untuk mempermudah proses administrasi bagi calon penerima manfaat. “Kami ingin memastikan seluruh persyaratan mudah diakses dan transparan, sehingga masyarakat bisa segera menempati rumahnya,” tegasnya.

 

Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah yang membantu dalam sosialisasi dan pendataan calon penerima rumah subsidi. Masyarakat yang telah menerima manfaat mengapresiasi kehadiran fasilitas pendukung seperti taman, sarana ibadah, dan area bermain anak yang dirancang untuk menciptakan lingkungan hunian sehat dan harmonis.

 

Sementara itu, Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai bahwa keberhasilan program rumah subsidi akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup dan mengurangi backlog perumahan nasional. “Asal pembangunan dilakukan sesuai ketentuan dan pengawasan ketat, program ini bisa menjadi salah satu solusi strategis masalah perumahan di Indonesia,” ungkapnya.

 

Dengan tingginya minat masyarakat, pemerintah mengajak semua pihak, termasuk pengembang, perbankan, dan masyarakat penerima manfaat, untuk bersama-sama menjaga kualitas, kelestarian lingkungan, dan keteraturan kawasan hunian subsidi. Harapannya, program ini menjadi model penyediaan perumahan rakyat yang berkelanjutan, merata, dan berkeadilan sosial di seluruh Indonesia.