spot_img
BerandaEkonomiPemerintah Maksimal Menjaga Stok Pangan Jelang Ramadhan

Pemerintah Maksimal Menjaga Stok Pangan Jelang Ramadhan

Pemerintah Maksimal Menjaga Stok Pangan Jelang Ramadhan

oleh: Ahmad Dzul Ilmi Muis 


Pemerintah gandeng semua pihak untuk menjaga stok pangan jelang Ramadhan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan bahan pangan maupun stabilitas harga barang-barang kebutuhan pokok, sehingga tetap mudah diakses masyarakat.


Bulan suci Ramadhan akan segera menghampiri kita, oleh karena itu Pemerintah menjamin adanya pengamanan stok pangan.

Berbagai macam kebijakan sudah mulai dirancang mulai dari kepastian akan ketersediaan, keterjangkauan hingga bagaimana keamanan pangan hingga Hari Raya Idul Fitri nanti. Untuk saat ini Pemerintah akan berfokus kepada beberapa hal demi terealisasikannya rancangan tersebut.


Dikatakan oleh Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian bahwa fokus Pemerintah saat ini adalah pada penyediaan sara da prasarana produksi pangan serta bagaimana kelancaran akses pasar hingga bisa didistribusikan ke masyarakat.

Tentunya rancangan tersebut masih belumlah cukup, melainkan Pemerintah harus benar-benar memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk mencapainya.


Satu hal lagi yang penting adalah bahwa untuk bisa mencapai hal itu, sama sekali kita tidak bisa jika hanya semata mengandalkan peran Pemerintah saja, melainkan seluruh pihak juga harus turut andil dengan memberikan kolaborasi serta kontribusinya.

Semuanya demi bisa memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat dan menjamin hajat hidup orang banyak.


Untuk itu, monitoring ke berbagai daerah juga penting, utamanya Pemerintah harus mampu untuk membedakan kiranya mana daerah yang sedang mengalami surplus dan juga mana daerah yang sedang mengalami defisit. Hal itu bertujuan agar supaya nantinya tindakan bisa langsung secara tepat dan akurat dilakukan untuk membantu pihak yang sedang mengalami defisit tadi.
Mengenai kelancaran adanya distribusi pangan, pihak BUMN melalui bidang perhubungan dan transportasi juga harus terus dioptimalkan demi bisa menjamin adanya kelancaran akses keluar-masuknya bahan pangan baik itu melalui jalur darat maupun jalur laut. Dikhususkan pula untuk akses pangan yang masuk ke dalam jaringan tol laut supaya proses distribusi pangan bisa menjangkau seluruh daerah dan tersebar secara merata.
Sementara itu, di sisi lain Jenderal Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri juga telah mengerahkan Kasatgas Pangan untuk bisa mengendalikan bagaimana pasokan serta harga pangan yang terdistribusi di masyarakat. Seluruh Kapolda diinstruksikan untuk langsung memberikan arahan kepada para jajarannya supaya turun ke lapangan supaya bisa melakukan pengecekan distribusi bahan pangan pokok di wilayah masing-masing.
Apabila nantinya ditemukan sejumlah komoditas pangan yang terganggu di wilayah tertentu, maka akan bisa langsung ditangani dengan cepat. Selain itu pengecekan ini juga merupakan salah satu upaya antisipatif adanya kelangkaan bahan pangan tertentu. Tentu mereka juga akan langsung memberikan tindakan apabila ternyata ditemukan pelanggaran yang mungkin bisa saja dilakukan oleh para regulator, operator hingga pelaku usaha terkait.
Monitoring dan juga sosialisasi akan terus dilakukan oleh pihak Satgas Pangan agar supaya tidak ada lahir pihak pelaku usaha yang dengan sengaja melakukan penimbunan stok bahan pangan tertentu untuk memainkan harga. Tentunya hal tersebut demi menjamin seluruh masyarakat bisa menjangkau bahan pangan selama bulan Ramadhan bahkan hingga Hari Raya Idul Fitri nanti.
Masyarakat nyatanya juga akan berperan cukup penting dalam hal ini lantaran mereka sebagai konsumen. Maka dari itu Pemerintah akan terus menjaga bagaimana daya beli masyarakat serta menyesuaikan harga pangan dengan kemampuan masyarakat untuk terus menjamin adanya stabilitas antara supply dan demand. Selaku masyarakat, kita bisa terus mendukung upaya Pemerintah ini dengan cara meningkatkan adanya diversifikasi konsumsi.
Berbagai terobosan terus dilaksanakan pemerintah untuk menjaga stok pangan di pasaran, sehingga diharapkan berbagai kebutuhan dapat terus diakses publik. Masyarakat pun diimbau tidak melakukan panic buying atau membeli barang secara berlebihan agar berbagai barang-barang tersebut dapat dinikmati secara merata.

)* Penulis adalah alumni Unair