Koperasi Desa Merah Putih Jual Sembako Murah bagi Warga

Koperasi Desa Merah Putih Jual Sembako Murah bagi Warga

JAKARTA – Koperasi Desa Merah Putih terus mendapatkan sambutan luas dari masyarakat berkat perannya dalam menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Melalui pengelolaan distribusi yang efisien dan berbasis semangat kebersamaan, koperasi ini hadir sebagai solusi nyata dalam memperkuat daya beli warga sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

 

Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kini telah memperoleh akses pembiayaan melalui empat bank Himbara, yakni BNI, BRI, BSI, dan Bank Mandiri, seiring terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 63 Tahun 2025.

 

PMK tersebut mengatur pemanfaatan saldo anggaran lebih APBN 2025 sebesar Rp16 triliun untuk mendukung penyaluran kredit perbankan kepada Kopdes/Kel Merah Putih. Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kapasitas usaha koperasi di seluruh Indonesia.

 

“Dengan adanya PMK Nomor 63, bank Himbara sudah bisa mencairkan plafon yang diberikan oleh Kementerian Keuangan,” ujar Ferry.

 

Sementara itu di tempat lain, Ketua Koperasi Merah Putih (KMP) Lempake Samarinda, Adung KS Utomo, menilai tingginya partisipasi masyarakat menjadi indikator kuat kepercayaan publik terhadap Koperasi Desa Merah Putih sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan rakyat.

 

“Antusiasme masyarakat terhadap koperasi ini lumayan tinggi,” ujar Adung.

 

Sebagai koperasi percontohan di Kalimantan Timur, KKMP Lempake menunjukkan kinerja yang menjanjikan dengan mencatat omzet harian sekitar Rp3–5 juta, meskipun baru mengelola satu gerai sembako dengan jam operasional terbatas. Produk-produk kebutuhan pokok yang dijual langsung dari BUMN menjadi daya tarik utama karena mampu ditebus masyarakat dengan harga lebih terjangkau.

 

Penjualan Minyakita dan beras SPHP menjadi salah satu kontributor utama tingginya minat warga. Minyak goreng Minyakita, misalnya, dijual dengan harga Rp15.700 per liter dan banyak diminati masyarakat. Sementara itu, penjualan beras SPHP di KKMP Lempake tercatat mencapai hingga 2,5 ton per pekan, mencerminkan besarnya peran koperasi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat lokal.

 

Optimisme serupa juga terlihat di KKMP Banyuanyar, Solo. Pengurus koperasi, Sri Mulyani, menyampaikan bahwa tingginya minat masyarakat menjadi motivasi besar bagi koperasi untuk terus berkembang dan memperluas jenis usaha demi memenuhi kebutuhan warga.

 

Dukungan pemerintah terhadap penguatan koperasi semakin nyata. Pemerintah berharap kemudahan akses pembiayaan ini semakin memperkuat peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai garda terdepan ekonomi rakyat, menjaga stabilitas harga, serta memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok secara mudah, adil, dan terjangkau.