Kepuasan Publik Terhadap Presiden Prabowo Tinggi dan Stabil, Dukungan Anak Muda Masih Dominan
Kepuasan Publik Terhadap Presiden Prabowo Tinggi dan Stabil, Dukungan Anak Muda Masih Dominan
Jakarta – Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto tercatat tinggi dan stabil. Survei nasional Indikator Politik Indonesia menunjukkan angka kepuasan mencapai 79,9 persen dan umumnya didominasi oleh anak muda.
“Kalau dijumlahkan antara sangat puas dan cukup puas itu 79,9 persen. Jadi sangat tinggi ya untuk ukuran approval rating seorang presiden,” ujar Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers daring, Minggu (8/2) lalu.
Survei yang dilakukan pada 15–21 Januari 2026 itu juga mencatat 17,1 persen responden kurang puas, 2,2 persen tidak puas sama sekali, serta 0,8 persen tidak menjawab. Burhanuddin menilai capaian tersebut relatif stabil dibanding Januari 2025, bahkan lebih tinggi dibanding awal pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.
“Approval rating Pak Prabowo lebih tinggi karena Pak Prabowo bukan hanya menggantungkan modal elektoral dari dukungan Pak Prabowo sendiri, tapi juga dari Pak Jokowi,” katanya.
Indikator mencatat pemberantasan korupsi menjadi alasan utama kepuasan publik dengan 17,5 persen. Faktor lain meliputi pemberian bantuan, program kerja yang dinilai baik, bukti kinerja, serta karakter kepemimpinan yang tegas dan berwibawa.
Namun, bantuan yang dianggap belum merata menjadi alasan terbesar kelompok tidak puas. “Bantuan itu seperti pisau bermata dua. Ada yang puas karena Presiden Prabowo dianggap sering memberikan bantuan, tapi di kalangan yang tidak puas justru bantuan dianggap tidak tepat sasaran,” kata Burhanuddin.
Basis kepuasan kuat datang dari generasi muda. “Penopang utamanya adalah Gen Z. Ini profil pemilih yang menjadi basis pendukung Pak Prabowo di 2024 kemarin,” ujarnya.
Peneliti Rizka Halida menjelaskan survei melibatkan 1.220 responden melalui wawancara tatap muka dengan margin of error ±2,9 persen.
Menanggapi hasil tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah tidak berorientasi pada angka survei.
“Ya sebagaimana setiap ada hasil survei bagi kami sesungguhnya bukan itu yang kita kejar, bukan hasil survei, yang kita kejar adalah mempercepat program-program yang memang kita yakini itu bisa mengurangi beban-beban dan masalah-masalah yang ada di masyarakat kita,” kata Pras.
“Kita ini beberapa kali dalam forum Bapak Presiden selalu mengatakan juga masuk kategori kita ini perang. Perang dengan kemiskinan, perang dengan masalah kualitas pendidikan kita, perang dengan masalah kualitas kesehatan,” ujarnya.***