Kemensos Perkuat Transformasi Digital Sekolah Rakyat untuk Memutus Rantai Kemiskinan

Kemensos Perkuat Transformasi Digital Sekolah Rakyat untuk Memutus Rantai Kemiskinan

*JAKARTA* – Kementerian Sosial mempercepat transformasi digital Sekolah Rakyat sebagai bagian dari strategi nasional memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Penguatan teknologi pendidikan dipandang sebagai kunci untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas jangkauan layanan pendidikan, serta memastikan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem memperoleh kesempatan belajar yang setara dengan daerah lain.

 

 

 

 

Langkah konkret diwujudkan melalui distribusi 16.000 unit laptop bagi siswa dan guru Sekolah Rakyat. Perangkat tersebut dirancang bukan sekadar sebagai alat bantu belajar, tetapi juga sebagai pintu masuk penguatan literasi digital, penguasaan teknologi, serta peningkatan efektivitas proses belajar mengajar di berbagai wilayah, termasuk daerah yang selama ini terbatas akses pendidikannya.

 

 

 

 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

 

 

 

 

“Sudah mulai dibagikan. Semua siswa dipastikan dapat, jumlahnya ada 16 ribu unit,” ujar Saifullah Yusuf.

 

 

 

 

Distribusi laptop dilakukan secara bertahap dan terukur agar tepat sasaran. Setiap siswa mendapatkan satu unit laptop yang dapat digunakan untuk mengakses materi pembelajaran digital, mengikuti kelas daring, serta berinteraksi dengan guru secara lebih intensif. Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.

 

 

 

 

Selain siswa, para guru Sekolah Rakyat juga memperoleh dukungan perangkat yang sama. Dukungan ini diposisikan untuk mendorong peningkatan kualitas pengajaran serta mempermudah penerapan metode belajar berbasis teknologi.

 

 

 

 

“Gurunya juga dapat. Satu siswa itu satu laptop. Semuanya sudah proses pembagian ya,” tambah Saifullah Yusuf.

 

 

 

 

Penguatan transformasi digital tersebut tidak berhenti pada penyediaan perangkat. Kementerian Sosial juga menyiapkan pelatihan bagi guru, termasuk pemanfaatan learning management system (LMS) dan modul pembelajaran digital. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi biaya dan waktu, sekaligus menjaga standar mutu pendidikan di Sekolah Rakyat.

 

 

 

 

Lebih jauh, Sekolah Rakyat diproyeksikan sebagai instrumen jangka panjang untuk mengangkat kualitas sumber daya manusia dari keluarga prasejahtera.

 

 

 

 

“Sekolah Rakyat hadir untuk menghentikan siklus kemiskinan antargenerasi dan memastikan anak dari keluarga miskin mendapatkan pendidikan bermutu,” tegas Saifullah Yusuf.

 

 

 

 

Dukungan terhadap pemanfaatan teknologi pendidikan juga datang dari Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara menilai transformasi digital di sektor pendidikan menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk menjangkau wilayah yang masih mengalami keterbatasan tenaga pendidik.

 

 

 

 

“Pemanfaatan teknologi informasi sangat penting untuk membantu daerah terpencil yang kekurangan guru dan meningkatkan kapasitas tenaga pendidik,” ujar Prabowo Subianto.

 

 

 

 

Dengan integrasi teknologi, pelatihan guru, serta kebijakan afirmatif bagi kelompok rentan, Sekolah Rakyat diarahkan menjadi model pendidikan inklusif yang adaptif. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga membuka jalan bagi mobilitas sosial yang lebih adil dan berkelanjutan.