DPR dan Pemerintah Sepakati Anggaran MBG sebagai Pilar Penguatan SDM
DPR dan Pemerintah Sepakati Anggaran MBG sebagai Pilar Penguatan SDM
JAKARTA – Komitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia kembali ditegaskan melalui persetujuan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Badan Anggaran DPR RI bersama pemerintah secara bulat menyetujui alokasi program tersebut sebagai bagian integral dari strategi besar pembangunan nasional.
Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, menegaskan bahwa persetujuan anggaran MBG merupakan hasil pembahasan komprehensif antara DPR dan pemerintah sejak penyusunan APBN 2025 hingga 2026. Seluruh fraksi di parlemen memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut, mencerminkan soliditas politik dalam mendukung agenda pembangunan yang berorientasi pada masa depan generasi bangsa.
“Anggaran MBG dibahas dan disetujui bersama antara pemerintah dan DPR sebagaimana tertuang dalam APBN. Seluruh fraksi bulat menyetujui APBN 2025 dan 2026 yang di dalamnya menganggarkan MBG,” ujar Said.
Ia menekankan bahwa keputusan tersebut bukan sekadar kebijakan fiskal, melainkan investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi kualitas anak-anak Indonesia. Program MBG dipandang sebagai intervensi strategis guna memastikan peserta didik memperoleh asupan gizi yang memadai, sehingga mampu meningkatkan konsentrasi belajar, kesehatan, dan produktivitas di masa depan.
Said juga menegaskan bahwa DPR bertanggung jawab secara etik dan konstitusional atas persetujuan tersebut. Dukungan legislatif terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sinergi kuat antara cabang eksekutif dan legislatif dalam merealisasikan agenda pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Senada dengan itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN, senilai Rp 769,1 triliun, telah melalui mekanisme pembahasan dan persetujuan bersama DPR. Ia menegaskan bahwa program MBG menjadi bagian dari upaya komprehensif pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan melalui pendekatan yang holistik.
Menurut Teddy, MBG merupakan fondasi awal untuk memperbaiki mutu pendidikan nasional, dengan memastikan kebutuhan dasar peserta didik terpenuhi secara optimal. Pemerintah menempatkan pemenuhan gizi sebagai prasyarat penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global.
Persetujuan bersama atas anggaran MBG dalam APBN 2026 mencerminkan komitmen kolektif negara dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat. Dengan dukungan politik yang solid dan perencanaan anggaran yang terukur, program ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun Indonesia yang unggul melalui penguatan kualitas manusia sejak usia sekolah.
