Bendera Bajak Laut Tidak Layak Jadi Tren Sosial Anak Bangsa
Bendera Bajak Laut Tidak Layak Jadi Tren Sosial Anak Bangsa
Jakarta – Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat nasionalisme. Rangkaian kegiatan melalui Operasi Terpusat Merdeka Jaya 2025, mulai dari upacara kenegaraan di Istana Negara hingga Pesta Rakyat di kawasan Monas, berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Ketua DPC Barisan Merah Putih (BMP) Kabupaten Jayapura, Yakob Fiobetauw, mengingatkan pentingnya menjaga makna kemerdekaan agar tidak tercampur dengan budaya populer.
“Momentum HUT Kemerdekaan Republik Indonesia seharusnya dijadikan ajang menumbuhkan semangat nasionalisme, bukan malah mencampuradukkan simbol negara dengan urusan hiburan populer,” ujarnya.
Yakob menilai, bendera bajak laut yang sempat dikibarkan sebagian masyarakat hanyalah simbol hiburan dan tidak seharusnya dikaitkan dengan peringatan kemerdekaan. Ia menegaskan bahwa bendera Merah Putih harus tetap ditempatkan sebagai satu-satunya lambang persatuan bangsa.
Nada serupa disampaikan Wakil Ketua Fraksi Golkar, Firman Soebagyo. Ia menilai pengibaran bendera tengkorak ala anime One Piece dapat menimbulkan potensi provokatif yang mengganggu stabilitas
“Ini cara-cara provokatif yang ingin menjatuhkan pemerintahan, tidak boleh,” tegas Firman. Ia mengimbau generasi muda agar tidak terjebak dalam tren budaya populer yang justru mengikis rasa cinta tanah air.
Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan momentum kemerdekaan tidak hanya sebatas perayaan seremonial.
“Momentum 80 tahun kemerdekaan harus menjadi semangat untuk memperkuat persatuan. Polri bersama seluruh stakeholder berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran masyarakat,” tegas Kapolri.
Perayaan tahun ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan bangsa Indonesia masih terjaga dengan baik. Dengan dukungan aparat keamanan dan kesadaran publik, situasi tetap kondusif.
Pesan utama yang hendak ditegaskan adalah bahwa semangat kemerdekaan harus lebih kuat dari sekadar tren budaya populer. Kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan dengan darah dan pengorbanan harus terus dijaga dengan nasionalisme murni dan cinta tanah air yang tulus. ***