Kadin Apresiasi Program MBG Presiden Prabowo Jangkau Anak-Anak di Daerah Pelosok

Kadin Apresiasi Program MBG Presiden Prabowo Jangkau Anak-Anak di Daerah Pelosok

Jajarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

 

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan Kadin Indonesia Mulyadi Jayabaya, menegaskan bahwa kehadiran program MBG menjadi solusi konkret atas persoalan pemenuhan gizi yang selama ini dialami oleh anak-anak di daerah pedesaan.

 

 

 

 

“Anak sekolah di desa-desa terpencil, makan pagi, makan siang juga tidak, Pak. Tapi dengan adanya MBG, program Pak Prabowo ini, ini luar biasa, ” kata Jayabaya.

 

 

 

 

Program tersebut dinilai memberikan dampak nyata dan dorongan besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak sekolah di daerah pelosok dan terpencil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Kehadiran program MBG menjadi solusi konkret atas persoalan pemenuhan gizi yang selama ini dialami oleh anak-anak di daerah pedesaan,” ungkapnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ia menambahkan, intervensi pemenuhan gizi langsung dari pemerintah ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi keluarga tetapi juga menjadi fondasi penting membangun SDM unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain fokus pada aspek kesehatan dan tumbuh kembang anak, Kadin Indonesia juga melihat program MBG memiliki multiplier effect yang signifikan terhadap perekonomian lokal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelibatan rantai pasok lokal, seperti petani, peternak, dan UMKM di sekitar wilayah pelosok, menjadi pendorong utama bergeraknya roda ekonomi di tingkat tapak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sementara itu, dari sisi ketahanan pangan, kebijakan pemerintahan saat ini sangat penting untuk memastikan kebutuhan pangan bagi sekitar 280 juta penduduk Indonesia dapat dipenuhi melalui peningkatan produksi dalam negeri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lebih lanjut, Jayabaya menekankan pentingnya tiga langkah strategis: penyediaan bibit unggul yang sesuai dengan karakteristik daerah, perluasan akses pembiayaan bagi para petani, serta penguatan peran penyuluh pertanian di lapangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Langkah tersebut diperlukan agar produktivitas dan kesejahteraan petani terus meningkat,” katanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk itu, Kadin Indonesia menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung dan bersinergi dengan pemerintah dalam memastikan distribusi serta keberlanjutan program MBG berjalan secara optimal, efisien, dan tepat sasaran di seluruh pelosok nusantara. [-RWA]