Sinergi Aparat dan Masyarakat Adat Perkuat Stabilitas demi Percepatan Pembangunan Papua

Sinergi Aparat dan Masyarakat Adat Perkuat Stabilitas demi Percepatan Pembangunan Papua

Wamena – Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat adat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pembangunan di Papua. Kolaborasi tersebut dinilai mampu menciptakan situasi yang kondusif sehingga berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan secara optimal.

 

Hal itu disampaikan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang saat memimpin dialog bersama tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda se-Kabupaten Jayawijaya.

 

Dalam dialog bertema “Menuju Kejayaan Papua Pegunungan Melalui Jalan Pembangunan Manusia Dalam Rangka Menyongsong Indonesia Emas 2045”, Pangdam XVII/Cenderawasih menegaskan bahwa keamanan dan pembangunan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Papua yang aman akan menjadi fondasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung kemajuan bangsa.

 

“Papua memiliki peran strategis bagi masa depan bangsa. Karena itu, menjaga keamanan dan stabilitas wilayah bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, terutama para tokoh adat yang selama ini menjadi penjaga nilai-nilai kehidupan masyarakat Papua,” katanya.

 

Mayjen TNI Febriel juga menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas wilayah. Untuk itu, TNI siap mendukung berbagai program bersama pemerintah daerah, termasuk pelatihan keterampilan, pengembangan usaha berbasis potensi lokal, serta peningkatan keterlibatan putra-putri Papua dalam pembangunan.

 

“Kami ingin membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Papua agar mereka memiliki keterampilan, pekerjaan, dan masa depan yang lebih baik. Namun kami juga membutuhkan peran para kepala suku dan tokoh adat untuk membimbing serta menjaga para pemuda agar tetap disiplin dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang luhur,” tegas Mayjen Fabriel.

 

Ia menekankan bahwa seluruh masukan dari para tokoh adat akan menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat langkah-langkah menjaga stabilitas di Papua. Masyarakat adat dinilai memiliki peran strategis karena memahami kondisi sosial serta dinamika yang berkembang di wilayahnya masing-masing.

 

Melalui sinergi yang erat antara masyarakat adat, aparat keamanan, dan pemerintah daerah, berbagai tantangan sosial maupun keamanan diharapkan dapat diatasi bersama. Kolaborasi menjadi fondasi penting dalam mendukung percepatan pembangunan Papua demi mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan.