Pemerintah Optimalkan MBG 3B, Stunting Ditekan Lewat Intervensi Gizi

Pemerintah Optimalkan MBG 3B, Stunting Ditekan Lewat Intervensi Gizi

Jakarta, – Pemerintah terus memperkuat upaya penurunan stunting melalui optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Program ini menjadi bagian penting dari strategi nasional dalam meningkatkan kualitas gizi sejak fase awal kehidupan, sekaligus memastikan lahirnya generasi sehat dan produktif di masa depan.

 

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan bahwa pelaksanaan MBG 3B harus tepat sasaran dan berjalan tanpa penyimpangan, mulai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga ke penerima manfaat di tingkat keluarga.

 

“Program untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita ini sangat sensitif karena berkaitan langsung dengan kesehatan generasi masa depan. Karena itu kita cek kepastiannya, mulai dari SPPG sampai penerima manfaatnya,” ujar Wihaji.

 

Ia menekankan bahwa MBG 3B bukan sekadar program distribusi makanan, melainkan layanan negara yang harus dijaga kualitasnya secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pengawasan dan evaluasi lapangan perlu dilakukan secara cepat dan kolaboratif agar setiap potensi kendala dapat segera diatasi.

 

Menurut Wihaji, intervensi gizi pada fase awal kehidupan merupakan langkah krusial dalam mencegah stunting. Dengan memastikan asupan gizi yang cukup sejak masa kehamilan hingga usia balita, risiko gangguan pertumbuhan dapat ditekan secara signifikan.

 

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bangkalan, Sudiyo, menyatakan bahwa MBG 3B menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya penurunan stunting.

 

“Program MBG 3B merupakan program prioritas dan menjadi program penunjang utama dalam berupaya menurunkan kasus stunting,” ungkapnya.

 

Sudiyo menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat intervensi sejak masa kehamilan serta memperluas jangkauan layanan pemenuhan gizi melalui SPPG di berbagai daerah. Dengan pendekatan yang terintegrasi, pemerintah menargetkan penurunan angka stunting hingga 18,8 persen pada 2026 dan 14 persen pada 2029.

 

Dengan cakupan yang lebih luas, MBG 3B kini tidak hanya menyasar anak usia sekolah, tetapi juga kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus sejak dini. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun fondasi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

 

Melalui penguatan intervensi gizi, pengawasan ketat, serta sinergi lintas sektor, pemerintah optimistis program MBG 3B mampu menjadi solusi efektif dalam menekan angka stunting. Upaya ini sekaligus menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.