Sekolah Rakyat di Wilayah Pedalaman Strategi Negara Dalam Pemerataan Akses Pendidikan
Sekolah Rakyat di Wilayah Pedalaman Strategi Negara Dalam Pemerataan Akses Pendidikan
Jakarta – Pemerintah pusat mempercepat pendirian Sekolah Rakyat di wilayah pedalaman sebagai bagian dari upaya membuka akses pendidikan bagi anak-anak keluarga miskin, terutama di wilayah pedalaman. Program ini tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fasilitas pendidikan baru, tetapi juga dirancang sebagai strategi pengentasan kemiskinan jangka panjang yang menyasar akar persoalan ketimpangan akses layanan dasar.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dengan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji serta Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan, di Kantor Kementerian Sosial. Pertemuan itu secara khusus membahas usulan pendirian Sekolah Rakyat di Kalimantan Timur, termasuk rencana rintisan di Mahakam Ulu yang dikenal sebagai wilayah dengan tantangan geografis berat.
Dalam pertemuan tersebut, Agus Jabo menegaskan perlunya langkah cepat dari pemerintah daerah agar proses pembangunan bisa segera dimulai. “Sekarang bukan zamannya omon-omon. Silakan Pemkab ajukan agar segera diurus tahun ini, supaya rintisannya bisa dibangun dan menerima siswa baru,” kata Agus Jabo. Ia menekankan bahwa kelengkapan dokumen dan kesiapan lahan menjadi kunci agar program tidak berhenti di tataran wacana.
Sekolah Rakyat, menurut Agus Jabo, dirancang sebagai program pendidikan terintegrasi yang sekaligus berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan. Inisiatif ini menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan pendekatan berasrama yang memungkinkan anak-anak dari keluarga rentan memperoleh pendidikan, pembinaan karakter, hingga jaminan kebutuhan dasar. “Sekolah Rakyat ini miniatur pengentasan kemiskinan. Pendidikan adalah pintu masuk utama untuk memutus kemiskinan antargenerasi,” ujarnya.
Secara nasional, program ini telah menunjukkan perkembangan signifikan. Tercatat sebanyak 166 Sekolah Rakyat rintisan beroperasi di berbagai daerah dan menampung lebih dari 15 ribu siswa. Selain itu, pemerintah juga mulai membangun 104 Sekolah Rakyat permanen. Target jangka menengahnya, sebanyak 500 Sekolah Rakyat akan berdiri di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, masing-masing dengan daya tampung hingga 1.000 siswa.
Bagi Mahakam Ulu, kehadiran Sekolah Rakyat dinilai sangat krusial. Wilayah perbatasan ini masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan akibat jarak tempuh yang jauh, kondisi geografis sungai dan hutan, serta minimnya fasilitas. Angela Idang Belawan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti arahan pusat. “Kami akan segera mengurus administrasi untuk lahan dan memproses rintisan Sekolah Rakyat di Mahakam Ulu,” ujarnya.
Dorongan percepatan pendirian Sekolah Rakyat di Kalimantan Timur menjadi secercah harapan baru bagi keluarga miskin di pedalaman. Jika terealisasi tepat waktu, program ini tidak hanya membuka ruang belajar bagi anak-anak yang selama ini terpinggirkan, tetapi juga menjadi langkah strategis negara untuk memutus kemiskinan struktural dan membangun masa depan yang lebih setara.

